SerambiMuslim.com - Sebanyak 350 jemaah haji Indonesia wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2026. Meski angka tersebut masih tergolong tinggi, pemerintah mencatat jumlah kematian jemaah tahun ini menurun lebih dari 100 orang dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan penurunan angka kematian menjadi salah satu indikator perbaikan layanan haji. Namun, pemerintah menilai upaya penguatan kesehatan jemaah masih perlu ditingkatkan.
"Tahun ini sampai hari ini ada 350 jemaah yang wafat. Ini jumlah yang cukup besar menurut kami. Tapi Alhamdulillah, itu masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, selisihnya lebih dari 100," ujar Gus Irfan saat menyambut kepulangan perdana petugas haji Daerah Kerja (Daker) Makkah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Gus Irfan, pemerintah akan memperketat pelaksanaan istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji pada musim haji mendatang. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Walaupun bukan capaian yang memuaskan, tahun depan kita akan segera memperketat dan memperkuat lagi istithaah kesehatan bagi jemaah kita," ujarnya.
Selain itu, Gus Irfan memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Makkah. Saat ini, hanya jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi yang belum dapat dipulangkan ke Tanah Air.
"Masih ada 320 jemaah yang dirawat. Mereka akan dipulangkan jika sudah dinyatakan layak terbang. Sekalipun kloternya sudah pulang, tetap akan kita pulangkan selama dokter menyatakan sudah layak terbang," katanya.
Pilihan Lain