SerambiMuslim.com - Indonesia membuka peluang menjadi ketua pertama ASEAN Halal Council setelah Malaysia mengusulkan peran tersebut. Indonesia menilai forum itu penting untuk mengintegrasikan ekosistem halal di kawasan ASEAN.
Sekjen B57+ Eka Sastra mengatakan, integrasi pasar halal ASEAN masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah perbedaan standar dan prosedur sertifikasi halal antarnegara.
Hal tersebut menjadi salah satu agenda dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) yang digelar di Hotel Trans Jakarta, Cibubur, Jumat, 18 September 2026.
“Kita bisa melihat hasil diskusi dengan peserta, kita (ASEAN) belum terintegrasi marketnya, prosedur sertifikasi halal di negara ini berbeda dengan negara itu,” kata Eka Sastra di sela acara The 5th Summit of Halal 20 (H20).
Menurut Eka, kondisi tersebut menunjukkan ASEAN membutuhkan forum khusus. Forum itu harus menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi hambatan dalam ekosistem halal.
Karena itu, Indonesia mengusulkan adanya standardisasi prosedur sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas industri halal antarnegara ASEAN.
“Menstandarisasi perbedaan-perbedaan prosedur sertifikasi halal sehingga konektivitas bisa terselesaikan sehingga ujungnya bisa terintegrasi,” ujar Eka.
“Indonesia sangat welcome terhadap usulan-usulan teman-teman sesama negara ASEAN dan kita berharap ada langkah konkret dari seminar ini,” sambungnya.
Eka mengatakan, pembahasan dalam forum tersebut juga diarahkan untuk memetakan hambatan perdagangan dan investasi. Pemetaan itu dinilai penting sebagai titik awal penyelesaian persoalan di sektor halal.
Hasil diskusi The 5th Summit of Halal 20 (H20) selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian terkait. Sejumlah kementerian dan lembaga turut hadir dalam forum tersebut.
Di antaranya adalah Kementerian Perindustrian, perbankan, sektor UMKM, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Saya kira kalau dari sisi Indonesia, dukungan pemerintah sangat konkret terhadap hal ini. Tinggal bagaimana para pelaku usaha menaikkan kapasitasnya, mulai menjajaki pasar luar negeri,” jelas Eka.
Pilihan Lain