Berita  

Kompleks Masjid Al Aqsa Dibobol Kelompok Ini

SerambiMuslim.com – Kompleks Masjid Al Aqsa kembali dibobol oleh Pemukim kolonial Israel. Pembobolan itu juga mendapat perlindungan ketat dari tentara pendudukan Israel. Demikian yang dikonfirmasi oleh Departemen Wakaf.

Laporan dari WAFA pada Kamis (11/1/2024) mengungkapkan bahwa sejak tahun 2003, otoritas pendudukan Israel memberi izin kepada pemukim Yahudi Israel untuk masuk ke kompleks hampir setiap hari, dengan pengecualian pada Jumat, hari istirahat, dan waktu ibadah sholat Jumat bagi umat Muslim.

Sebelumnya, serangkaian tindakan provokatif serupa terjadi ketika sejumlah pemukim Israel memaksa masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem pada Senin (8/1/2024), dengan pengawalan ketat dari polisi Israel, seperti disaksikan oleh beberapa orang.

Pemukim Israel tersebut menyerbu masjid melalui Pintu Gerbang Maroko dan melakukan aksi provokatif di kompleks tersebut, bahkan melaksanakan ritual Talmud di sana, demikian ungkap saksi mata. Ritual Talmud merupakan bagian dari praktik keagamaan Yahudi, di mana mereka membacakan catatan serta hukum-hukum dalam bahasa Ibrani.

Kejadian terbaru ini semakin meningkatkan ketegangan di sekitar Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs ketiga yang paling dihormati dalam Islam. Penerobosan pemukim Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa sering kali menuai kecaman dari pejabat Palestina dan otoritas agama.

Departemen Wakaf Yerusalem, yang dikelola oleh Yordania, adalah otoritas khusus yang bertanggung jawab mengawasi situs-situs suci di Yerusalem, termasuk Al-Aqsa.

Departemen ini telah berulang kali menyerukan intervensi internasional untuk mencegah penyerbuan semacam ini, yang dianggap sebagai tantangan langsung terhadap status quo situs suci tersebut serta penghinaan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Sejak tahun 2003, otoritas pendudukan Israel telah memberi izin kepada pemukimnya untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali pada hari Jumat. Observatorium Al Azhar untuk Memerangi Ekstremisme melaporkan bahwa sebanyak 50.098 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa selama tahun 2023, mencatatkan angka serangan tertinggi kedua yang pernah tercatat.

Insiden terburuk terjadi selama hari raya Yahudi pada bulan Oktober, ketika lebih dari 8.000 pemukim menyerbu halaman masjid di bawah perlindungan pasukan Israel, menyerang jamaah dan memaksa mereka pergi.

Sejak pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967, jumlah pemukim Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa tertinggi dalam satu tahun adalah 51.483 orang pada tahun 2022. Observatorium tersebut mengklaim bahwa tingginya jumlah serangan merupakan bukti upaya bersama Israel untuk mengendalikan masjid tersebut.

Penyerbuan ini secara tegas ditolak oleh umat Islam, mengingat masjid tersebut memiliki makna sakral bagi mereka. Situasi pun menjadi semakin tegang. Serangan ini dianggap sebagai upaya “genosida dan pengungsian rakyat Palestina di Jalur Gaza,” dipandang sebagai serangan terang-terangan terhadap negara Islam. Observatorium ini berupaya mempromosikan agama Islam yang sejati, serta pesan-pesan moderat, toleransi, dan persaudaraan manusia.

Israel merebut Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada tahun 1967, langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Selama perang yang dimulai pada 7 Oktober, Israel semakin membatasi akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa, termasuk pada hari Jumat, saat banyak umat Muslim dilarang untuk mendirikan sholat Jumat di dalam masjid.

Exit mobile version