Berita  

Sejak Usia Berapa Anak Diajarkan Puasa?

Usia ideal anak mulai belajar puasa Ramadan. Pengenalan sejak usia 7 tahun efektif membiasakan ibadah secara bertahap. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Setiap anak Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadan setelah baligh atau genap berusia 15 tahun. Namun, pengenalan puasa sejak dini diyakini dapat membiasakan anak dengan ibadah dan membangun kesadaran spiritual sejak kecil.

Dai nasional, Muhammad Assad, menjelaskan bahwa anak-anak sudah dapat mulai dikenalkan dengan puasa sejak usia tujuh tahun, sejalan dengan anjuran mengenalkan shalat pada usia yang sama.

“Nabi mengajarkan, ketika mengajarkan anak tentang shalat, maka di umur tujuh tahun itu sudah mulai diajarkan sholat. Berarti puasa pun diajarkan di umur tujuh tahun,” ujar Assad di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurut Assad, pengajaran puasa tidak harus dilakukan langsung selama sehari penuh. Anak bisa dilatih secara bertahap sesuai kemampuan, mulai dari menahan diri selama beberapa jam, misalnya hingga waktu Zuhur atau Ashar, sebelum akhirnya mampu berpuasa penuh hingga Maghrib dalam kurun waktu beberapa tahun.

“Usia 7-10 tahun adalah momen pertama anak diajarkan puasa. Tidak harus langsung full sampai Maghrib. Zuhur dulu, Ashar dulu, baru nanti Maghrib dalam tiga tahun,” jelasnya.

Dalam proses ini, orang tua dianjurkan menggunakan pendekatan lembut dan edukatif. Disiplin tetap diperlukan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan. Pemberian hadiah juga dianggap efektif sebagai motivasi awal.

“Bagus kalau dikasih hadiah, bukan berarti anak jadi pamrih. Karena memang anak kecil itu suka hadiah. Jadi hadiah berfungsi sebagai motivasi,” kata Assad.

Tujuan utama pengenalan puasa sejak dini, menurut Assad, adalah membangun kebiasaan ibadah dan menanamkan kecintaan anak terhadap nilai spiritual, sehingga ketika memasuki usia baligh, anak sudah terbiasa menjalankan kewajiban agama dengan kesadaran sendiri.

“Tapi setelah dia besar, pasti sudah tidak mengharapkan hadiah. Namun kebiasaan berpuasa tetap melekat dalam dirinya,” pungkasnya. ***