- Suami menyediakan tempat tinggal khusus yang hanya dihuni pasangan suami istri.
- Rumah berada di lingkungan yang aman dan layak ditempati.
- Istri memberikan kerelaan apabila rumah ditempati bersama pihak ketiga, seperti mertua, ipar, atau anak suami dari pernikahan sebelumnya.
SerambiMuslim.com - Setelah menikah, pasangan suami istri memulai kehidupan baru dengan berbagai penyesuaian. Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah keputusan mengenai tempat tinggal.
Tidak sedikit pasangan memilih tinggal bersama orang tua atau mertua karena alasan ekonomi, budaya, maupun untuk merawat orang tua lanjut usia. Namun, bagaimana jika istri merasa tidak nyaman dan ingin tinggal terpisah?
Dalam Islam, penyediaan tempat tinggal merupakan salah satu kewajiban suami. Selain nafkah, pakaian, dan perlakuan yang baik, istri juga berhak memperoleh hunian yang layak untuk menjalani kehidupan rumah tangga.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 6,
أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنتُم مِّن وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَآرُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا۟ عَلَيْهِنَّ ۚ وَإِن كُنَّ أُو۟لَٰتِ حَمْلٍ فَأَنفِقُوا۟ عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۖ وَأْتَمِرُوا۟ بَيْنَكُم بِمَعْرُوفٍ ۖ وَإِن تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُۥٓ أُخْرَىٰ
Artinya: "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya."
Dikutip dari buku "Fikih di Medsos: Antara Teks, Konteks, dan Akal Sehat" karya M. Nadi el-Madani, dalam fikih dikenal istilah haq al-ihtibas. Istilah ini merujuk pada hak suami menetapkan tempat tinggal bersama istrinya.
Namun, hak tersebut tidak bersifat mutlak. Para ulama menetapkan sejumlah syarat agar istri berkewajiban tinggal bersama suami.
Syarat tersebut meliputi:
Pilihan Lain