SerambiMuslim.com - Pertanyaan tentang siapa pencipta Allah SWT pernah membuat Rasulullah SAW marah hingga rona wajah beliau berubah.
Kisah tersebut diceritakan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam.
Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair mengenai pertanyaan sekelompok orang Yahudi kepada Rasulullah SAW.
Mereka bertanya tentang Allah SWT dengan pertanyaan yang membuat Rasulullah SAW murka.
"Hai Muhammad, Allah menciptakan makhluk. Lantas, siapa yang menciptakan Allah?" Rasulullah SAW marah mendengar pertanyaan tersebut.
Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril datang untuk menenangkan Rasulullah SAW.
Setelah itu, Allah SWT menurunkan jawaban melalui Surah Al-Ikhlas ayat 1-4.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia'."
Rasulullah SAW kemudian membacakan surah tersebut kepada mereka. Namun, mereka kembali mengajukan pertanyaan mengenai sifat Allah SWT.
"Muhammad, coba gambarkan, bagaimana bentuk penciptaan-Nya? Bagaimana tangan-Nya? Bagaimana lengan-Nya?"
Pertanyaan tersebut kembali membuat Rasulullah SAW murka. Kemarahan Rasulullah SAW disebut bahkan lebih besar daripada sebelumnya.
Malaikat Jibril kemudian kembali datang membawa jawaban dari Allah SWT.
Allah SWT kemudian menurunkan Surah Az-Zumar ayat 67.
وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Artinya: "Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Padahal, bumi seluruhnya (ada dalam) genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan."
Pilihan Lain