SerambiMuslim.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan nilai manfaat tahap pertama 2026 sebesar Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jemaah haji reguler dan khusus yang masih menunggu keberangkatan.
Dana tersebut disalurkan melalui skema Nilai Manfaat Virtual Account (NMVA) sebagai bagian dari pengelolaan dana haji yang berkelanjutan.
Penyaluran nilai manfaat telah ditetapkan berdasarkan hasil pembahasan dan persetujuan bersama DPR RI.
Dari total dana yang disalurkan, sekitar Rp1,8 triliun diberikan kepada calon jemaah haji reguler.
Setiap calon jemaah reguler menerima rata-rata Rp323.490. Sementara itu, calon jemaah haji khusus memperoleh total nilai manfaat sebesar USD13,8 juta.
Rata-rata nilai manfaat yang diterima setiap calon jemaah haji khusus mencapai USD61,61.
BPKH menjelaskan besaran nilai manfaat berbeda pada setiap calon jemaah. Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk lamanya masa tunggu keberangkatan.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, mengatakan penyaluran nilai manfaat merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan dana haji.
"Kami terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana haji agar memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujar Fadlul Imansyah di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pilihan Lain