SerambiMuslim.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pemerintah dan DPR RI menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
MUI menilai korupsi di Indonesia telah mencapai tahap darurat karena berdampak sistemik terhadap perekonomian, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat.
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengatakan pembahasan mengenai hukuman mati telah beberapa kali didiskusikan bersama pemerintah.
"Kita kan selalu diskusi. Berapa yang lalu kan Pak Yusril (Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan) ke MUI bicara dua hal, soal hukuman mati, soal hukum LGBT. Kita selalu mendiskusikan," ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, dikutip dari MUI Digital, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut MUI, negara perlu mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat dalam merumuskan kebijakan penegakan hukum.
Cholil menilai pemerintah harus mengakomodasi aspirasi publik apabila telah berkembang kesepahaman bahwa korupsi membutuhkan hukuman yang lebih berat.
"Apa yang menjadi perbincangan publik dan menjadi diskusi publik, dan nanti menjadi common sense kita, bahkan common opinion kita, satu pendapat bahwa ini dibutuhkan, ya pemerintah mau tidak mau harus mengakomodir itu," tegasnya.
Cholil menilai maraknya operasi penangkapan terhadap pejabat yang terlibat korupsi bukan mencerminkan keberhasilan pemberantasan korupsi. Sebaliknya, kondisi tersebut menunjukkan sistem pencegahan belum berjalan efektif.
Menurutnya, hukuman yang ada saat ini belum mampu memberikan efek jera.
"Penangkapan yang sekian banyak itu bukan keberhasilan pemberantasan korupsi, tapi menunjukkan kegagalan pemberantasan korupsi. Karena orang tidak takut dan orang tidak jera," terangnya.
Pilihan Lain